Jumat, 01 Januari 2016

KETERAMPILAN DASAR KONSELING

Keterampilan dasar adalah suatu kemampuan atau keterampilan khusus yang harus dimiliki seseorang dalam suatu bidang pekerjaan tertentu. Misal konseor yang harus memiliki keterampilan dasar konseling. Keterampilan konseling adalah keterampilan komunikasi yang penting dan sangat efektif untuk membantu orang lain dalam memecahkan masalah orang lain atau klien.

Fungsi keterampilan dasar konseling bagi guru Bimbingan dan Konseling adalah agar guru BK mampu menghadapi konseli (siswa) dan memberikan layanan konseling dengan benar atau dengan kata lain tidak asal-asalan. Tujuan dari keterampilan dasar konseling ini adalah agar konselor atau guru BK mampu melaksanakan tugasnya dengan efektif dan efisien, serta professional dalam mengkonseling konseli (siswa).

Salah satu bentuk keterampilan dasar konseling adalah keterampilan attending. Menurut Carkhuff (dalam Retno dan Eko, 2007) menyebutkan bahwa attending adalah cara menyiapkan diri, bersikap atau berperilaku, mendengarkan, memberikan perhatian kepada klien sehingga klien merasa aman, nyaman, dan diperhatikan oleh konselor.
Keterampilan attending, meliputi:
a.       Posisi badan (gerak isyarat dan ekspresi muka)
1)      Penggunaan perilaku non verbal
            cara lain bagaimana konselor membuat klien-kliennya merasa benar-benar didengar adalah menyesuaikan perilaku non verbalnya. Misalnya, jika klien menyandarkan tubuhnya di kursinya dan ia menyilangkan kakinya lalu kemudia secara wajar konselor menyesuaikan sikap duduknya supaya serupa dengan klien, maka kemungkinan besar klien lebih merasa nyaman. Dengan melakukan hal tersebut, klien cenderung merasa-seolah-olah ada kedekatan dirinya dengan konselor, bukan memandang konselor sebagai seorang yang lebih superior, seorang ahli yang suka duduk diam dan bersandar di kusrsinya, mendengarkan dan menilai apa yang dikatakannya. Jelas bahwa penyesuaian perilaku seperti ini harus dilakukan dengan tepat sehingga konselor lebih terlihat bersikap natural daripada meniru-niru perilaku klien.
2)      Kedekatan fisik
            Sebagai seorang konselor sebaiknya kita duduk dengan jarak yang sesuai dengan orang yang sedang kita tolong supaya merasa nyaman
3)      Pemanfaatan gerak-gerik tubuh
            Kadang-kadang, pada saat-saat penting dalam proses konseling atau ketika seorang klien mengalami tekanan emosi yang sangat tinggi, akan lebih baik jika konselor mencondongkan tubuhnya ke depan. Sikap tubuh seperti ini akan membantu klien merasa bahwa konselornya mau melibatkan diri dalam problemnya dengan cara yang empatik. Namun, konselor harus berhati-hati agar tidak bergerak terlalu cepat saat konseling berjalan karena ini dapat mengganggu konsentrasi klien dan menrintangi alur pikirnya
4)      Ekspresi wajah
            Ekspresi wajah biasanya membawa dampak besar terhadap proses melibatkan diri. ekspresi wajah kita tidak memberikan tanda-tanda yang jelas tentang apa yang sedang kita pikirkan dan tentang sikap kita terhadap sesuatu. Tentu saja kita ingin menunjukkan ekspresi ketertarikan, kepedulian dan keprihatinan. Juga, kita ingin menghindari ekspersi wajah yang menunjukkan kesan penilaian-penilaian negative terhadap lawan bicara kita atau terhadap apa yang ia bicarakan.
b.      Kontak matak
      Kontak mata merupakan cara yang penting karena melalui ini manusia membangun kontak dengan orang lain dan saling melibatkan diri. kita tidak hanya menggunakan kedua mata kita untuk menjalin kontak, tetapi juga untuk menyampaikan pesan-pesan melalui cara kita menggunakan mata. Penting untuk diingat bahwa budaya yang berbeda memiliki norma sosial yang berbeda juga dalam hal level-level kontak mata yang dianggap pantas. Meski demikian, jika kita ingin yakin bahwa kita menyimak segala perkataannya, kontak mata dengan cara yangpantas akan dapat memberikan pesan yang jelas bahwa kita memperhatikan dan tertarik pada apa yang dikatakannya.
      Gaze berarti memandang daerah-daerah wajah orang lain. Keterampilan gaze yang baik mengindikasikan ketertarikan dan memungkinkan anda menerima pesan-pesan wajah penting. Penggunaan gaze terhadap klien dapat memberikan isyarat-isyarat tentang kapan berhenti mendengarkan dan mulai merespon. Tetapi isyarat-isyarat utama yang digunakan dalam mensinkronkan percakapan adalah pesan-pesan verbal dan suara bukan pesan tubuh. Ketrampilan kontak mata yang baik melihatkan konselor melihat kearah klien untuk memungkinkan mata anda sering bertemu
c.       Mendengarkan
      Tugas utama konselor adalah mendengarkan klien dan memanfaatkan strategi-strategi yang dapat membantu klien menemukan solusi-solusi mereka sendiri. Solusi-solusi ini akan lebih sesuai bagi klien karena merekalah yang menemukannya.
Setiap kali kita mendengarkan seseorang, kita memberikan sinyal-sinyal yang sangat halus. Sinyal-sinyal ini akan menjadi petujuk yang mengindikasikan bagaimana respons kita terhadap apa yang dikatakan orang yang sedang berbicara pada kita dan juga mendindikasikan perasaan-perasaan kita terhadap orang tersebut

Sumber:
Geldard Kathryn, dan David Geldard. 2011. Keterampilan Praktik Konseling Pendekatan Integratif. Yogyakarta: Pustaka Pelaja
Musnamar Tohari. 2004. Membantu Memecahkan Masalah Orang Lain dengan Teknik Konseling. Yogyakarta: Pustaka Pelajar




Tidak ada komentar:

Posting Komentar