Keterampilan dasar adalah suatu kemampuan atau
keterampilan khusus yang harus dimiliki seseorang dalam suatu bidang pekerjaan
tertentu. Misal konseor yang harus memiliki keterampilan dasar konseling.
Keterampilan konseling adalah keterampilan komunikasi yang penting dan sangat
efektif untuk membantu orang lain dalam memecahkan masalah orang lain atau
klien.
Fungsi keterampilan dasar konseling bagi guru
Bimbingan dan Konseling adalah agar guru BK mampu menghadapi konseli (siswa)
dan memberikan layanan konseling dengan benar atau dengan kata lain tidak
asal-asalan. Tujuan dari keterampilan dasar konseling ini adalah agar konselor
atau guru BK mampu melaksanakan tugasnya dengan efektif dan efisien, serta
professional dalam mengkonseling konseli (siswa).
Salah satu bentuk keterampilan dasar konseling adalah keterampilan attending. Menurut Carkhuff (dalam Retno dan Eko, 2007)
menyebutkan bahwa attending adalah cara menyiapkan diri, bersikap atau
berperilaku, mendengarkan, memberikan perhatian kepada klien sehingga klien
merasa aman, nyaman, dan diperhatikan oleh konselor.
Keterampilan attending, meliputi:
a.
Posisi badan
(gerak isyarat dan ekspresi muka)
1)
Penggunaan perilaku non verbal
cara lain bagaimana konselor membuat
klien-kliennya merasa benar-benar didengar adalah menyesuaikan perilaku non
verbalnya. Misalnya, jika klien menyandarkan tubuhnya di kursinya dan ia
menyilangkan kakinya lalu kemudia secara wajar konselor menyesuaikan sikap
duduknya supaya serupa dengan klien, maka kemungkinan besar klien lebih merasa
nyaman. Dengan melakukan hal tersebut, klien cenderung merasa-seolah-olah ada
kedekatan dirinya dengan konselor, bukan memandang konselor sebagai seorang
yang lebih superior, seorang ahli yang suka duduk diam dan bersandar di
kusrsinya, mendengarkan dan menilai apa yang dikatakannya. Jelas bahwa
penyesuaian perilaku seperti ini harus dilakukan dengan tepat sehingga konselor
lebih terlihat bersikap natural daripada meniru-niru perilaku klien.
2)
Kedekatan fisik
Sebagai seorang konselor sebaiknya
kita duduk dengan jarak yang sesuai dengan orang yang sedang kita tolong supaya
merasa nyaman
3)
Pemanfaatan gerak-gerik tubuh
Kadang-kadang, pada saat-saat
penting dalam proses konseling atau ketika seorang klien mengalami tekanan
emosi yang sangat tinggi, akan lebih baik jika konselor mencondongkan tubuhnya
ke depan. Sikap tubuh seperti ini akan membantu klien merasa bahwa konselornya
mau melibatkan diri dalam problemnya dengan cara yang empatik. Namun, konselor
harus berhati-hati agar tidak bergerak terlalu cepat saat konseling berjalan
karena ini dapat mengganggu konsentrasi klien dan menrintangi alur pikirnya
4)
Ekspresi wajah
Ekspresi wajah biasanya membawa
dampak besar terhadap proses melibatkan diri. ekspresi wajah kita tidak
memberikan tanda-tanda yang jelas tentang apa yang sedang kita pikirkan dan
tentang sikap kita terhadap sesuatu. Tentu saja kita ingin menunjukkan ekspresi
ketertarikan, kepedulian dan keprihatinan. Juga, kita ingin menghindari
ekspersi wajah yang menunjukkan kesan penilaian-penilaian negative terhadap
lawan bicara kita atau terhadap apa yang ia bicarakan.
b.
Kontak matak
Kontak mata merupakan cara yang penting
karena melalui ini manusia membangun kontak dengan orang lain dan saling
melibatkan diri. kita tidak hanya menggunakan kedua mata kita untuk menjalin
kontak, tetapi juga untuk menyampaikan pesan-pesan melalui cara kita
menggunakan mata. Penting untuk diingat bahwa budaya yang berbeda memiliki
norma sosial yang berbeda juga dalam hal level-level kontak mata yang dianggap
pantas. Meski demikian, jika kita ingin yakin bahwa kita menyimak segala
perkataannya, kontak mata dengan cara yangpantas akan dapat memberikan pesan
yang jelas bahwa kita memperhatikan dan tertarik pada apa yang dikatakannya.
Gaze berarti memandang daerah-daerah wajah orang lain.
Keterampilan gaze yang baik mengindikasikan ketertarikan dan memungkinkan anda
menerima pesan-pesan wajah penting. Penggunaan gaze terhadap klien dapat
memberikan isyarat-isyarat tentang kapan berhenti mendengarkan dan mulai
merespon. Tetapi isyarat-isyarat utama yang digunakan dalam mensinkronkan
percakapan adalah pesan-pesan verbal dan suara bukan pesan tubuh. Ketrampilan kontak
mata yang baik melihatkan konselor melihat kearah klien untuk memungkinkan mata
anda sering bertemu
c.
Mendengarkan
Tugas utama konselor adalah mendengarkan klien dan memanfaatkan
strategi-strategi yang dapat membantu klien menemukan solusi-solusi mereka
sendiri. Solusi-solusi ini akan lebih sesuai bagi klien karena merekalah yang
menemukannya.
Setiap
kali kita mendengarkan seseorang, kita memberikan sinyal-sinyal yang sangat
halus. Sinyal-sinyal ini akan menjadi petujuk yang mengindikasikan bagaimana respons
kita terhadap apa yang dikatakan orang yang sedang berbicara pada kita dan juga
mendindikasikan perasaan-perasaan kita terhadap orang tersebut
Sumber:
Geldard Kathryn, dan David Geldard. 2011. Keterampilan Praktik Konseling Pendekatan
Integratif. Yogyakarta: Pustaka Pelaja
Musnamar
Tohari. 2004. Membantu Memecahkan Masalah
Orang Lain dengan Teknik Konseling. Yogyakarta: Pustaka Pelajar