Rabu, 15 April 2015
Rabu, 07 Mei 2014
Manfaatkan Hidup Ini
Kita hidup di dunia hanya sekali, manfaatkan hidup ini untuk hal-hal
yang bermakna. jadikan sisa hidup kita bermanfaat bagi diri sendiri dan
orang lain. jangan menyia-nyiakannya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa
"bekerjalah seolah-olah kamu hidup seratus tahun lagi, dan beribadahlah
seakan-akan besok kamu akan meninggal". Nah, maka dari itu sebagai umat
beragama kita semestinya menjalankan perintah agama dan senantiasa
menjahui segala larangannya.
Namun yang disesali ialah manusia selalu dalam keadaan rugi. Kita kadang tidak menyadari bahwa banyak waktu kita yang terbuang sia-sia. Seperti yang tercantum dalam Al-Quran surat Ashr ayat 2
إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
"Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian"
Oleh karena itu, mari kita belajar menghargai dan memanfaatkan waktu. Lalu, ada yang mengatakan bahwa 'Waktu adalah uang". Ya, itu memang benar. Coba bayangkan, berapa waktu yang kita sia-siakan untuk hal-hal yang kurang atau bahkan tidak bermanfaat bagi kita. Banyak bukan....??
Jika saja waktu sebanyak itu kita manfaatkan untuk membantu orang lain atau menjalankan kewajiban kita sebagai pelajar, tentu saja banyak manfaat yang akan kita petik. Tapi, mungkin memang sedikit sulit untuk melakukan hal-hal yang jarang dilakukan. Maka dari itu lakukan dari sekarang, lakukan mulai dari hal-hal yang terkecil dulu, dan biasakanlah. Maka, itu akan menjadi suatu kebiasaan yang ke arah positif.
Namun yang disesali ialah manusia selalu dalam keadaan rugi. Kita kadang tidak menyadari bahwa banyak waktu kita yang terbuang sia-sia. Seperti yang tercantum dalam Al-Quran surat Ashr ayat 2
إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
"Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian"
Oleh karena itu, mari kita belajar menghargai dan memanfaatkan waktu. Lalu, ada yang mengatakan bahwa 'Waktu adalah uang". Ya, itu memang benar. Coba bayangkan, berapa waktu yang kita sia-siakan untuk hal-hal yang kurang atau bahkan tidak bermanfaat bagi kita. Banyak bukan....??
Jika saja waktu sebanyak itu kita manfaatkan untuk membantu orang lain atau menjalankan kewajiban kita sebagai pelajar, tentu saja banyak manfaat yang akan kita petik. Tapi, mungkin memang sedikit sulit untuk melakukan hal-hal yang jarang dilakukan. Maka dari itu lakukan dari sekarang, lakukan mulai dari hal-hal yang terkecil dulu, dan biasakanlah. Maka, itu akan menjadi suatu kebiasaan yang ke arah positif.
Senin, 28 April 2014
Puisi 2
DIAM
Diamku bukan diam tanpa makna
Diamku
menyimpan seribu bahasa
Diamku
menyimpan sejuta rasa
Biarkan
hanya aku yang tahu
Dan
hanya aku saja yang merasakannya
Biar
pun itu pahit
Sekalipun
itu susah
Biarkan
hanya aku saja yang menanggungnya
Tak
peduli itu terasa menyakitkan untukku
Diam
caraku untuk mengagumimu
Diam
caraku untuk mengingatmu
Ku
menjagamu dalam diam
Dan
diam mengajariku untuk bersabar
Karena
kau tak tahu bahwa ku menyukaimu dalam diam
Sabtu, 26 April 2014
Manusia dan Kebudayaan di Indonesia
Manusia
adalam makhluk sosial yang berarti manusia tidak bisa hidup sendiri dan
membutuhkan dorongan serta manusia lain dalam hidupnya.
Kebudayaan
merupakan suatu nilai, keprcayaan, sikap, perilaku yang dimiliki suatu kelompok
atau individu yang dilakukan secara berulang-ulang yang kemudian menjadi sebuah
kebiasaan dan diwariskan secara turun temurun.
Dalam
hal ini manusia dan kebudayaan memiliki hubungan yang erat dimana manusia
seabagi pembawa, penganut serta pencipta suatu kebudayaan. Serta, kebudayaan
itu sendiri tidak akan terwujud tanpa adanya peran manusia di dalamnya.
Dalam buku Manusia dan Kebudayaan Indonesia karangan Koentjaraningrat mengemukakan bahwa ada tujuh unsur kebudayaan
yaitu bahasa, kesenian, sistem religi, sistem teknologi, sistem mata
pencaharian, organisasi sosial, dan sistem ilmu pengetahuan (Koentjaraningrat,
1979: 203-204). Ketujuh unsur kebudayaan ini disebut Koentjaraningrat sebagai
unsur kebudayaan universal karena selalu ada pada setiap masyarakat.
Koentjaraningrat menjelaskan bahwa ketujuh unsur tersebut dapat diperinci lagi
menjadi sub unsur hingga beberapa kali menjadi lebih kecil.
Jadi,
unsur-unsur kebudayaan yang dikemukakan Koentjaraningrat memiliki hubungan yang
erat pada manusia. Dimana dalam unsur-unsur kebudayaan tersebut manusia menjadi
pelaku dalam pembentukan suatu kebudayaan yang muncul dan berkembang di
kalangan atau kelompok tertentu.
Indonesia
memiliki banyak jenis kebudayaan misal, data istiadat, pakaian adat daerah,
alat musik daerah, lagu daerah, rumah adat, bahasa yang berbeda-beda dan
senjata daerah. Generasi penerus Bangsa harus melestarikan dan melindungi semua
kebudayaan yang dimiliki Indonesia, sehingga kebudayaan yang dimiliki Indonesia
tidak punah apalagi sampai diakui oleh negara lain.
Dalam
penciptaan dan perkembangan suatu kebudayaan manusialah yang mempunyai peranan
yang penting pada hal tersebut. Oleh karena itu, hendaknya manusia mempunyai
sikap empati dan simpati dalam pelestarian kebudayaan yang dimiliki suatu negara, kelompok maupun yang lainnya yang
menjadikan kebudayaan tersebut menjadi ciri khas.
Jumat, 25 April 2014
Puisi
Untumu Ayah & Ibu, Aku Bertahan
Ayah & Ibu. . . . .
Aku di sini merindukanmu. . . .
Kadang aku merasa lelah dengan keadaan
ini. . . .
Karena aku pikir bahwa aku tak sanggup, hidup jauh darimu. . . .
Tak pernah terlintas di benakku untuk
membuatmu kecewa
Atau bahkan membuatmu menangis
Aku ingin menggoreskan senyum bangga dan
bahagia dalam hidupmu
Tak akan ku biarkan air mata kesedihan
dan kecewa singgah di wajahmu
Disetiap langkahku selalu teringat kan
nasehat dan jasamu
Jasa yang belum bisa atau bahkan tak
bisa ku balas hingga saat ini
Dan dalam setiap doaku selalu terselip
namamu ayah & ibu
Semoga kebahagiaan selalu menghampirimu
Sesulit apapun rintangan yang
menghadangku
Kan ku hadapi
Meski harus ku korbankan semuanya
Semua ini karenamu ayah dan ibu
Ayah & ibu. . . . .
Kaulah alasan terbesarku untuk tetap
bertahan
Bertahan dari keadaan yang sulit ini
Hanya kalianlah satu-satunya yang bisa
membuatku tegar
Langganan:
Postingan (Atom)
