KULIAH UMUM BK PENDIDIKAN DASAR
BIMBINGAN DAN
KONSELING DI SEKOLAH DASAR
Pada
hari kamis, tanggal 8 April 2015 prodi Bimbingan dan Konseling ,Universitas Teknologi Yogyakarta dalam mata
kuliah BK Pendidikan Dasar menghadirkan praktisi Bimbingan dan Konseling dari SDI Al-Azhar Yogyakarta,
yaitu Ibu Erni Setyani, S. Pd. Kegiatan ini tentu saja sangat bermanfaat bagi
kami. Banyak pengetahuan baru yang didapatkan mengenai realita pelaksanaan
Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar.
Keberadaan
Bimbingan dan Konseling saat ini masih jarang ditemui, karena masih yang
beranggapan bahwa Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar tidak banyak
mendatangkan manfaat. Padahal Bimbingan dan konseling di sekolah dasar bertujuan
untuk membantu memandirikan peserta didik dan mengembangkan potensi-potensi
yang mereka miliki agar berkembang secara optimal melalui program dan layanan
Bimbingan dan Konseling.
Menurut Ahman dan Sunaryo dalam Muhammad Ali, terdapat faktor penting
yang membedakan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah dasar dan
menengah, antara lain: (1) Bimbingan konseling di sekolah dasar lebih
menekankan pentingnya peran guru dalam fungsi-fungsi bimbingan dengan
model pembelajaran guru kelas; (2) fokus bimbingan konseling di sekolah
dasar lebih menekankan pengembangan potensi peserta didik, pemahaman
diri, pemecahan masalah, dan kemampuan membangun berhubungan secara
efektif dengan orang lain; (3) bimbingan konseling di sekolah dasar
lebih banyak melibatkan orangtua, mengingat pentingnya pengaruh orangtua
dalam kehidupan anak sebelum dan selama di sekolah; (4) program
bimbingan di sekolah dasar hendaknya peduli terhadap aspek perkembangan
peserta didik sebagai kebutuhan dasar anak; (5) program bimbingan di
sekolah dasar hendaknya meyakini bahwa usia SD merupakan tahapan yang
amat penting dalam perkembangan anak
Pelaksanaan
Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar berbeda dengan pelaksanaan di SLTP
atau di SLTA. Perbedaan ini terletak pada keterlibatan orangtua daripada
peserta didik, karena peserta didik di SD masih sulit untuk diajak bekerja sama
dengan konselor/guru BK dan faktor pentingnya pengaruh orangtua dalam kehidupan
anak sebelum dan selama di sekolah. Selain itu, dalam pemberian layanan di
sekolah dasar, konselor/guru BK tidak dapat menggunakan layanan klasikal seperti
medote ceramah. Hal itu akan membuat peserta didik jenuh dan tidak memperhatikan
dengan baik, maka untuk itu pemberian layanan harus dipraktekan secara langsung
agar peserta didik mengerti dan memahami materi yang disampaikan. Contoh layanan Bimbingan yang cocok diterapkan di SD, dengan menggunakan metode bermain dan berceritam, namun inti pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dalam permainan tersebut. Misal, menyampaikan materi tentang kerjasama, maka bisa menggunakan permainan-permainan yang melatih kerjasama peserta didik.
Tugas
perkembangan peserta didik di Sekolah Dasar, yaitu memiliki kebiasaan dan sikap
dalam beriman serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengembangkan
keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung, mengembangkan konsep-konsep
yang perlu dalam kehidupan sehati-hari,belajar bergaul dan bekerja dengan
kelompok sebaya dan belajar menjadi pribadi yang mandiri. Selain tugas
perkembangan yang sudah dijelaskan di atas, tugas perkembangan peserta didik di
SD, yaitu meliputi perkembangan fisik dan keterampilan, perkembangan kemampuan
bahasa, perkembangan kondisi emosi, perkembangan sikap dan perilaku moral
agama, perkembangan perilaku sosial-kelompok dan bermain, serta perkembangan
intelektuaL (Muhammad Irham dan Novan Ardy, 2012:44)
Sama
halnya dengan Bimbingan dan Konseling di SLTP dan SLTA, di sekolah dasar pun
pelayanan bimbingan dan konseling bukan hanya diberikan pada peserta didik yang
mempunyai masalah saja, melainkan diberikan untuk semua peserta didik, agar
proses perkembangannya berjalan lebih lancar.
Berbeda
dengan SLTP dan SLTA, penyusunan program dalam bimbingan dan konseling di
sekolah dasar tidak dapat menggunakan alat non tes seperti DCM, IKMS, dan AUM,
melainkan dengan menggunakan instrument ATP, observasi, wawancara dan study documenter.
Untuk penyusunan program dari hasil need assessment dibuatbprogram tahunan,
bulanan, mingguan dan harian.
Permasalahan
yang sering muncul di Sekolah Dasar, yakni penyesuaian diri awal masuk sekolah,
tidak mau makan, memberontak di kelas, suka memuku, berkelahi, suka berbohong,
kecanduan video porno, tempramen, bullying dan suka mencari perhatian. Untuk
mengatasi masalah-masalah tersebut, konselor/guru perlu menjalin komunikasi dan
hubungan dengan semua pihak, baik wali kelas maupun orangtua peserta didik.
Dengan
adanya Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar, diharapkan perkembangan
peserta didik menyelesaikan tugas perembangan secara optimal, menjadikan
peserta didik sebagai individu yang memiliki kepribadian, perilaku dan sikap
yang baik, serta membantu peserta didik dalam mengembangkan potensi-potensi
yang dimiliki.
SUMBER:
Irham Muhamad dan Novan Ardy Wiyani. 2012. Bimbingan & Konseling: Teori dan Aplikasi di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Rahardjo, Susilo dan Gudnanto. 2013. Pemahaman Individu Teknik Non Tes. Jakarta: Kencana
1. Tuliskan referensi
BalasHapus2. Perdalam contoh layanan BK di SD yang cocok untuk siswa di SD