Jumat, 25 April 2014

PELAKSANAAN DAN PERAN BK DI SEKOLAH


Bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang, laki-laki atau perempuan yang memiliki kepribadian yang memadai dan terlatih dengan baik kepada individu-individu setiap usia untuk membantunya mangatur kegiatan hidupnya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusan sendiri dan menanggung bebannya sendiri (Crow & Crow). Konseling adalah interaksi yang terjadi antara dua orang individu, yakni konselor dan klien, terjadi dalam suasana professional, dilakukan dan dijaga sebagi alat memudahkan perubahan-perubahan dalam tingkah laku klien (Pepsinky & pepsinky, dalam Shertzer & Stone, 1974).  Apa yang dikemukakan oleh para ahli mengenai Bimbingan dan Konseling jelas bahwa  layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah ialah untuk membantu siswa agar dapat memahami dirinya sendiri, memberikan pemahaman diri, mangarahkan diri, mengaktualisasikan diri, serta mengembangkan diri secara optimal, serta membuat siswa menjadi individu yang mandiri.
Namun dalam pelaksanaannya Bimbingan dan Konseling di sekolah berlangsung tidak sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan dan praktik penyelenggaraannya. Sering kali  di sekolah-sekolah menjadikan guru BK sebagai polisi sekolah, yakni yang bertanggung jawab untuk menangani, menghukum siswa yang bermasalah, mempertahankan tata tertib dan keamanan sekolah, serta tak jarang orang yang menjadi guru BK di sekolah  bukan yang ahli dalam Bimbingan dan Koneling atau masih ditemukan guru mata pelajaran lain menjadi guru BK di sekolah. Karena anggapan itulah yang menjadi siswa tidak mau dekat dengan guru BK di sekolah dan berpandangan bahwa orang yang datang kepada guru BK berarti sedang dalam masalah atau pandangan negatif lainnya. Sebenarnya, orang berpikiran negatif bukan hanya
Selain itu tak jarang setiap orang berpikir bahwa hanya guru BK yang dapat menanggulani masalah yang dihadapi siswa. Karena pada dasarnya guru BK tidak dapat bekerja sendiri, guru BK bekerjasama dengan pihak-pihak yang dapat membantu masalah yang sedang dihadapi siswa. Dalam hal ini lingkungan keluarga, social serta sekolah sebab itu merupakan masalah yang berkaitan dengan siswa.
Kesalahpahaman dalam BK ini terjadi karena masih banyak siswa, serta masyarakat yang belum tahu dan mengenal  mengenai Bimbingan dan Konseling, mereka hanya mengetahui Bimbingan dan Konseling itu  hanya sekedar menjadi polisi sekolah yang menghukum siswa yang melakukan pelanggaran serta Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan oleh siapa saja.
Adapun tujuan Bimbingan dan Konseling yang dikemukakan oleh Thompson dan Rudolph (1983) bahwa Bimbingan dan Konseling bertujuan agar klien (siswa) (a) mengikuti kemauan atau saran-saran dari konselor (guru BK), (b) mengadakan perubahan tingkah laku secara positif, (c) melakukan pemecahan masalah, (d) melakukan pengambilan keputusan, pengembangan kesadaran, dan pengembangan pribadi, mengembangkan penerimaan diri, (e) serta memberikan pengukuhan.
Jika kesalahpahaman ini terus berlanjut, maka yang terjadi ialah seterusnya Bimbingan dan Konseling akan tidak akan berjalan sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan dan praktiknya kehilangan fungsi BK, yakni :
a.       fungsi pencegahan, artinya bahwa Bimbingan dan Konseling ini berfungsi mencegah hal-hal yang dapat menghambat perkembagan siswa.
b.      fungsi pemahaman, artinya membantu siswa dalam memahami dirinya.
c.        fungsi berbaikan, artinya Bimbingan dan Konseling
d.      fungsi pemeliharaan dan perkembangan
Tapi, bukan hanya itu saja. Kemungkinan lainnya Bimbingan dan Konseling tidak akan pernah dianggap sebagai proses pemeberian bantuan kepada siswa, melainkan Bimbingan dan Konseling lebih dianggap sebagai polisi sekolah saja.
Kesalahpahaman yang masih terjadi saat ini harus segera diselesaikan, supaya BK bisa berjalan sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan dan praktiknya,

Referensi :
Prof. Dr. H. Prayitno, M. Sc. Ed dan Drs. Erman Amti . 2004. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta

PENGARUH HINDU-BUDHA TERHADAP KEBUDAYAAN INDONESIA

Terdapat beberapa teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia, yaitu:
1.      Teori Sudra
Teori ini mmengatakan bahwa Hindu Budha bisa masuk dan berkembang di Indonesia karena dibawa oleh orang-orang India yang datangn ke Indonesia.
2.      Teori Waisya
 Teori ini menjelaskan bawa Hindu Budha yang ada di Indonesia dibawa oleh pedangang .
3.      Teori Kestaria
Hindu Budha dibawa oleh kesatria India yang lari ke Indonesia akubat terjadinya kekacauan politik di India.
4.      Teori Brahmana
Terjadi akibat adanya undungan kepala suku ke Indonesia.
5.      Teori Arus Balik
Masuknya budaya asing ke dalam,lingkungan masyarakat dapat menimbulkan tiga kemungkinan, yakni akulturasi, asimilasi atau.  Hal ini juga terjadi akibat pengaruh agama Hindu-Budha pada kebudayaan yang ada di Indonesia
Banyak yang ditimbulkan akibat masuk dan berkembangnya agama Hindu-Budha, yakni
1.      pengaruh Hindu-Budha terhadap bangunan, hal ini bisa kita lihat pada bagunan candi-candi yang ada di Indonesia. Dalam fungsinya, candi dalam agama Hindu dijadikan atau difungsikan  sebagai makam, sedangkan Budha, candi difungsikan sebagai tempat peribadatan. Contoh candi bercorak Hindu : candi prambanan, contoh candi bercorak Budha: candi Borobudur.
2.      Hindu Budha juga mempunyai pengaruh terhadap seni rupa, hal tersebut masih bisa dilihat pada corak atau ukiran yang ada di bangunan-bangunan candi. Dimana keduanya memiliki perbedaan.
3.      Pengaruh Hindu Budha terhadap seni sastra, ini bisa dilihat dari kisah kepahlawanan masyarakat India  seperti cerita Mahabarata dan Ramayana, dimana cerita tersebut berasal dari India tetapi karean adanya akulturasi maka cerita tersebut terdapat modifikasi jadi seolah-olah peristiwa-peristiwa tersebut benar-benar terjadi di Indonesia.
4.      Pengaruh Hindu Budha terhadap system pemerintahan,  sebelum Hindu-Budha masuk ke Indonesia, suku-suku asli yang ada di Indonesia memilih ketua atau pemimpin suku dengan menggunakan prinsip primus inter pares artinya siapa yang kuat maka dia yang akan menjadi pemimpin. Tetapi, setelah Hindu-Budha masuk system terssebut berubah menjadi kerajaan.
5.      Pengaruh Hindu Budha terhadap system kepercayaan, saan Hindu Budha belum masuk ke Indonesia penduduk asli masih menganut system kepercayaan animisme dan dinamismetetepi setelah agama Hindu Budha masuk ke Indonesia maka terjadi akulturasi, dimana masyarakat menerima masuknya kepercayaan Hindu Budha.

Pengaruh Teknologi dalam Pelestarian Kebudayaan di Daerah Jawa Barat


Pengaruh Teknologi dalam Pelestarian Kebudayaan
di Daerah Jawa Barat
Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang pesat. Hampir semua orang mengikuti perkembangan zaman. Indonesia merupakan salah satu Negara yang dengan mudah menerima apapun yang masuk dari luar. Kebudayaan salah satunya, Indonesia merupakan Negara yang memiliki berbagai macam kebudayaan.. kebudayaan tersebut bisa berupa bahasa, keyakinan, perilaku, rumah adat, kuliner, adat istiadat atau kebiasaan. Setiap daerah yang ada di Indonesia pasti memiliki kebudayaan yang menjadi ciri khas daerah tersebut.
Jawa Barat Salah satunya daerah yang memiliki banyak kebudayaan. Disetiap daerah yang berada di Jawa Barat memiliki kebudayaan yang berbeda. Kebudayaan yang berada di Jawa Barat mayoritas kebudayaan Sunda. Misal, seni pertunjukan wayang golek, tari merak, tari jaipong, tari ketuk tilu, alat music angklung dan masih banyak lagi. Namun, dalam perkembangannya saat ini kebudayaan yang ada di Indonesia, khusunya di Jawa Barat semakin luntur. Hal ini karena banyak generasi muda yang menganggap budaya merupakan sesuatu yang kuno dan susah untuk mengikuti perkembangan zaman. Persepsi inilah yang membuat kebudayaan yang semakin luntur. Padahal kebudayaan merupakan ceriminan dari bangsa kita sendiri.
Di Jawa Barat sebenarnya masih ada kebudayaan yang masih bertahan hingga saat ini. Tapi, masih banyak kendala dalam pelestariannya. Pelestarian kebudayaan yang di Jawa Barat salah satunya, masih digunakannya tarian-tarian tradisional ataupun pertunjukan seni lainnya dalam acara-acara tertentu. Missal, dalam acara pernikahan, khitanan, mapag sri atau yang lainnya. Selain itu, di sekolah- sekolah terdapat mata pelajaran seni budaya dan muatan local dalam bentuk bahasa daerah (Sunda/Jawa).
Dalam hal ini teknologi memiliki dampak negative dan positif dalam pelestarian budaya yang ada di Indonesia, khususnya di daerah Jawa Barat.
1.      Dampak Negatif
Dampak negative yang bisa kita rasakan saat ini ialah masuknya kebudayaan dari luar yang tidak sesuai dengan kebudyaan asli kita, masyarakat Indonesia yang dengan mudah menerima kebudayaan dari luar. Hal ini bisa kita amati dalam cara berpakaian anak-anak saat ini yang cenderung mengikuti kebudayaan dari luar, lalu mereka lebih menyukai alat music modern dari pada tardisional.
2.      Dampak Positif
Tidak semua yang ditimbulkan teknologi berdampak negative dalam pelestarian kebudayaan. Dampak positif dari teknologi dalam pelestarian kebudayaan yakni, dengan melalui internet kita bisa mengetahui informasi mengenai kebudayaan yang ada di Jawa Barat dan seluruh Indonesia. Dengan menggunakan youtobe pula kita bisa belajar seni tari ataupun music.

Rabu, 23 April 2014

Biodataku

Assalamualaikum....
Hai, kenalkan namaku Tati Indriani. Aku kelahiran Indramayu, 11 Oktober , tau nggak Indramayu? Kota yang ter kenal dengan buanh mangga itu loh, hehe
Hobi, sebenarya aku juga bingung dengan hobiku sendiri. Tapi, nonton tv adalah kebiasaan yang sering kulakukan. Dan Upin-Ipin, Masha and The Bear, acara yang sering ku tonton, hehe. Kadang temenku heran dengan kebiasaanku yang suka nonton serial kartun. Oh iya, satu lagi kata temen-temenku aku itu orangnya pikun. Padahal sih nggak, aku orangnya cuma pelupa tapi, sedikit ko nggak banyak, hehe
Sekarang aku sedang menempuh pendidikan Bimbingan dan Konseling di Universitas Teknologi Yogyakarta.
Awalnya aku nggak ada keingingan atau bercita-cita untuk menjadi seorang guru BK atau Konselor loh, membayangkan atau memikirkannyapun nggak sama sekali. Aku malah pesimis, apa aku bisa masuk prodi Bimbingan dan Konseling?Tapi, sekarang aku malah menyukainya dan aku menganggap "mungkin ini adalah jalanku untuk menjadi sukses". Kenapa aku menjadi menyukai Bimbingan dan Konseling? Ada peribahasa bahwa "tak kenal maka tak sayang", setelah tahu lebih dalam, aku jadi menyukainya. Karena dengan menjadi guru BK atau Konselor, aku bisa membantu banyak orang untuk memecahkan masalahnya, lalu membuat orang menjadi mandiri dalam memecahkan masalah. Selain itu, guru BK atau Konselor membantu orang dalam memahami dirinya sendiri, penerimaan diri, mengarahkan diri, mengaktualisasikan diri, serta mengembangkan diri. Orang bisa sukses jika mampu memahami dirinya sendiri dan banyak dari kita yang belum memahami diri kita sendiri, disinilah peran BK atau Konselor. 
Entah, apa jadinya kalau Bimbingan dan Konseling tidak ada pada pendidikan Indonesia. Mungkin tak banyak orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya. Dan aku bangga, karena suatu saat nanti aku bisa membantu banyak orang, hehe.
Oya temen-temen, jangan pernah menyerah atas hal yang anggap kalian itu benar, selama ada kemauan, Insya Allah, Allah akan berikan jalan :)
 Hmm.. sekian perkenalan dariku,
Wassalamualaikum.....